aku g pernah tahu kapan tuhan mempersatukan kami…
tiba-tiba…click..kita sudah menjadi sebuah keluarga
padahal, dulu ketika pertama kali aku masuk kuliah ekstensi aku g punya teman sama sekali
ngeblenk aja gt…
aku serasa ada d dunia lain yg asing..tak kenal satu orangpun
untung aku orang yg supel dan cpt beradaptasi, y akhirnya aku bisa berkenalan dengan anak2 kelasku.
di awal menjalani kuliah aku merasa hampa, tubuhku memang ada d sana, tapi pikiran dan jiwaku melayang2 entah kemana. Ini semua karena aku sedang patah hati, ditambah aku tak punya teman satupun. sampai suatu hari aku bertemu dengan teman kelasku sewaktu D3, Devi namanya. Tapi karena aku tidak dekat, ya….sama aja boong.
tapi ada satu kejadian yang membuat aku dekat dengan yg lainnya….
apa itu?
kita lanjut nanti, setelah aku berkahyal tentang ceriafamily yg berada d suatu pulau, pulau Ceria….
Posted by: ceriafamily on: Maret 26, 2009
yang terbaik, ku belajar satu hal berarti hari ini. penyelamatku ternyata seorang yang pernah kusakiti. siapapun takkan bisa mengira bagaimana hidup akan berfungsi. bahwa musuhmu dulu kala bisa jadi pahlawanmu hari ini. bahwa kamulah yang ternyata bisa membawaku hidup kembali, setelah sekian lama mati.
jika hari ini aku pergi, kamu harus mengerti. itu bukan yang kumau, untuk kehilangan kamu. i just dont want us to be the next big regretness like the one before. the one uve took me away from. yes, totally true that i do want some more. i do want u there everytime i got home.
but i wanna do it right.
and i dont mind ti fight.
for you i will.
for us i will.
and forever, ure always my hero.
[nf26]
Posted by: ceriafamily on: Maret 25, 2009
ahh .
menurutku KAMU tidak jagung .
hanya saja memang sejak dulu KAMU paling jago bikin bingung .
dari mulai sinyal bercampur, sampai pesan pesan melantur .
jauh jauh ke Antartika, padahal yang dicari ada di depan mata .
DASAR GILA !!
[nf25]
Posted by: ceriafamily on: Maret 25, 2009
Malam itu aku tiba-tiba terbangun oleh suara kucingku yang meminta keluar. Aku melihat jam dinding, masih pukul 3.15 am, suasana di luar rumah masih hening. Dengan langkah gontai dan mata setengah terbuka, aku pun berjalan menuju jendela kamar adikku, yang memang setiap malam aku terbiasa “nimbrung” di kamarnya.
Beberapa menit kemudian,setelah berhasil mengeluarkan kucingku, aku kembali menjatuhkan diriku ke kasur berukuran single bernuansakan biru muda, mencoba untuk tidur kembali. Satu… Dua.. Lima menit kemudian aku pun tertidur, dan terbangun kembali.
Mataku tertuju ke arah jendela kamar. Tangan kananku mengucek-ngucek mataku yang masih setengah terbuka. Lama-kelamaan mataku semakin jelas menangkap sosok atau benda apa yang ada di hadapanku itu. Badanku masih terlentang tidak bergerak, masihmencoba untuk mencerna apa yang mataku lihat saat itu.
Sesosok mahluk hitam-putih buram, setengah badan, rambut putih panjang, dan transparan!! karena aku bisa melihat benda jelas tv dan tembok kuning kamar itu. Jantungku berdegup kencang, otakku tahu apa yang sebenarnya aku lihat saat itu, tapi hatiku mencoba mengelak akan apa yang kulihat itu.
Secepat kilat aku menutup kedua mataku, sibuk berdoa di dalam hati, dan tentu saja mencoba untuk tidur, ya setidaknya saat itu aku mencoba untuk berpura-pura tidur dengan tujuan mahluk yang kulihat tadi tak akan menggangguku hehe..
Namun rasa kantuk itu tidak kunjung datang, yang ada hanya rasa takutku. Walau mataku terpejam tapi aku bisa merasakan cahaya silau di kamarku yang gelap itu. Dan masih dengan rasa takutku yang rasanya tidak akan pernah hilang itu, aku menutup kedua mataku dengan tangan kananku. Nmaun cahaya itu tetap saja menyilaukanku.
Saat itu aku berpikir, “Mati lah.. malaikat apa ya itu??” hihihi.
Pikiran-pikiran aneh pun mulai bermunculan, apakah yang kulihat itu hanya bayangan? Malaikat? ataukah tante K??. Yang pasti beberapa menit kemudian rasa takutku itu hilang perlahan dan aku mulai memberanikan diri untuk membuka mataku. Namun apa mau dikata, keberanian itu hanya muncul beberapa menit, ternyata aku masih tidak rela mataku ini melihat uka-uka.
Malam itu rupanya menjadi malam perdanaku melihat sosok mahluk lain yang ternyata tidak seperti yang kubayangkan dan yang kulihat di film-film. Setelah bertahun-tahun hanya bisa merasakan kehadiran mahluk itu, ternyata malam ini aku bisa melihat dengan jelas juga bagaimana bentuk salah satu mahluk ciptaan Tuhan itu. Dan mungkin suatu hari nanti, atau malam ini (wae) aku akan memberanikan diri untuk lebih mengenal mahluk lain itu. hehehehe…..
by ; DecHiL
Komentar Terakhir